Blog EntryPelangi (cepenku kasih komentar ya!)Apr 1, '07 2:09 AM
for everyone

Pelangi

 

 

 

Somewhere over the rainbow way up high
There's a land that I heard of once in a lullaby

       “Ehm…ehm..”  kayaknya ketinggian deh.  Aku bingung, kenapa pelatih memilih diriku yang amatir menjadi solois untuk pertunjukkan nanti?.  Padahal masih banyak orang lain yang kemampuan dan jam terbangnya sudah cukup tinggi dibandingkan aku.

                        Katanya tipe suaraku terbilang unik.Bass. Awalnya aku agak menolak menerima tawaran ini, tapi aku ingin sekali menjadi seorang penyanyi professional, dilihat semua orang, menjadi terkenal dan mendapatkan penghargaan dibidang musik.  Tapi secepat inikah?  Sulit dipercaya memang.  Ah kadang – kadang di dunia ini hal yang tak mungkin  bias menjadi mungkin.  Dan kadang yang tidak bisa dipercaya muncul dihadapan mata.

 

Somewhere over the rainbow skies are blue
And the dreams that you dare to dream really do come true

 

****

 

                         Kulihat pelangi, ditengah awan kelabu, sekelabu hatiku.  Daun – daun tampak berkilau dihiasi butiran – butiran air hujan yang tampak seperti intan berlian.

                         Pelangi…., aku sedang kelabu.  Jikalau kauberikan cerahnya merah,kuharap kelabu pergi dan datangnya surya.  Pelangi andaikata hatiku sepertimu.  Ah bukankah hatiku selalu sepertim.  Kadang cerah seperti kuning dan biru sendu penuh pilu.  Ini yang kurasakan sekarang.

                         “AKU BENCI KAMU!!” kuteriakkan dalam hatiku dan butiran air hujan, gerimis membasahi wajahku. Aku berteduh.

 

****

 

Somewhere over the rainbow bluebirds fly
Birds fly over the rainbow
Why oh why can't

 

                         Why can’t I? Aduh….. nada di akhirnya ituh.  Susah banget!  Kayaknya kurang pas.  Fals!!!.  Kenapa ya gak bisa?.  Apa yang salah dengan tenggorokanku?

                       Somewhere over the rainbow…… Kenapa gak lagu yang lain, yang lebih mudah.  kenapa over the rainbow?  Tipe suaraku kan bass, agak sulit menjangkau nada – nada yang tinggi.

                     Tau ah! Rese, bikin BETE!  Hujan lagi! Arggh…. Kesel!!! Lagi enak – enaknya latihan juga!  Diaman ya tempat berteduh? Kutengok kiri,kanan, utara, barat timur,selatan.  Aku belum menemukannya.  Ada!! Untunglah.... aku tidak suka kehujanan.

****

 

                     Hari ini bukan hari keberuntunganku.  Produk yang kujual belum juga laku.  Sebagai salesman, aku telah mengusahakan berbagai cara untuk meyakinkan barang yang kujual adalah barang yang bagus.  Namun tetap saja belum berhasil.  Dan sudah seminggu ini barang yang kubawa belum laku satupun.  Terbayang wajah kecewa, mulut cemberut atasan.

                       Aku lelah, aku menyerah!  TIDAK aku tidak boleh menyerah.  Hari ini memang belum laku terjual habis.  Bukan akhir dari hidupku.  Hidup adalah untuk diperjuangkan.  Hari ini aku senang besok belum tentu senang kembali.

                       Tuhan menciptakan pelangi setelah hujan.  Begitupun dengan kehidupan manusia aku yakin setelah banyaknya cobaan hidup, akan muncul kenikmatan yang akan diberikan-Nya. Tuhan pula menciptakan pelangi berwarna – warni, seperti hidup manusia-Nya yang penuh warna.

                       Hidup ini tidak seru jika hanya satu warna.  Hidup lebih indah jika terdiri dri berbagai warna.  Seperti pelangi.  Ya, bukan pelangi jika hanya hijau saja.  Akan indah bila ditemani mearh dan kuning, seperti lagunya A.T mahmud.  Merah kuning hijau dilangit yang biru.

                      Aku melihat sebuah dompet, warnanya,berwarna – warni seperti pelangi.  Lagi – lagi pelangi. Tampaknya tema hidupku hari ini adalah pelangi.  Milik siapa ya dompet ini? Yang pasti milik seorang anak perempuan..

 

 

****

 

                        Tak terasa air mata membasahi rok abu – abuku.  Gerimis belum berhenti, seperti tangisku yang belum berhenti.  Suara petir, menyentak meminta padaku agar kekasih hatku disambarnya hingg menjdai debu.

                      Hujan semakin deras, tangiskupun demikian.  Aku teringat akan kejadian tadi siang.  Kekasihku menggandeng wanita lain, mengajak kencan di restoran tempatku makan siang.  Dan tempatku duduk persis dibelakangnya.  Aku mendangar, dan takkan kulupa rayuannya.  Rayuan seorang buaya.  Srigala. Terhadap seoarang wanita yang JALANG!

                     Katanya ia lebih cantik dibandingkan pacarnya, lebih baik,lebih perhatian dan bla...bla…bla… NAJIS aku mendengarnya.  Aku tak kuasa menahan diri, hingga saat itu juga, detik itu juga kusiram mukanya dengan sirup miliknya.  Andai sirup itu adalah air keras, aku akan sangat puas! Sangat puas!  Lalu dia berusaha mencegahku, dan berusaha menjelaskannya.  Namun tidak, hatiku sudah membatu, takkan kuterima apaun yang ia katakana lagi.  Aku sudah menutup hatiku..

                 Ingin juga kubunuh wanita jalang yang telah meluluh lantahkan hatiku.  Selain jalang ia pun wanita bodoh! Mau saja ditipu oleh lelaki buaya darat seperti dia.  Ia nmemang Jalang, mau saja dijadikan yang kedua.  Dijadikan tempat pelampiasan, jika kekasih yang pertama tak memuaskannya..  JALANG!

                  Tangisku mereda seperti hujan yang mereda juga.  Tak mau aku mengingatnya kembali.  Tampaknya hujan memang mengerti persaanku.  Hujan menderas seperti tangisku lalu mereda sekarang, seakan membaritahuku tenatng sesuatu, akan dating hari yang baru sperti cahaya matahari yang baru saja menyibakkan tirai kelabu, dan hari yang diberitahukannya akan seindah pelangi.

 

****

 

 

One day I'll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemon drops
Away above the chimney tops
That's where you'll find me

 

                    Fiuh, akhirnya.  Setelah berlatih keras, akubisa menjangkau nada – nada tinggi yang agak sulit dalam lagu ini.  Andai saja pelatih mau melatihku, tentunya tidak akan sesulit ini aku mempelajarinya.

 

Somewhere over the rainbow bluebirds fly
Birds fly over the rainbow
Why oh why can't I

               Kok rubah lagi sih? Tadi udah bagus, sekarang jadi aneh.  Sial aku lupa nada yang tadi. Blue birds fly over the rainbow  ah… aku semakin frustasi aku lelah.  Kulihat tembok yang bisa aku jadikan tempat duduk dan sejenak melemaskan kakiku yang pegal berdiri sejak tadi.

               Andai pelatihku bukan seorang playboy yang sibuk oleh wanita – wanita lain setiap harinya.  Hampir setiap hari aku menanyakan untuk latihan bersama, salau saja ditolak denagan berbagai alasan yang tidak cukup untuk masuk didalam rasio pikiranku.  Aku sering melihat hampir setiap harinya ia menggandeng wanita yang berbeda.

                 Pertunjukkan memang masih satu bulan lagi.  Tetapi sama sekali aku belum menunjukkan perubahan.  Aku berusaha berlatih sendiri.  Teman – temanku yang lain sibuk oleh urusan kuliahnya.  Padahal pertunjukkan ini acara kita bersama.  Mereka hanya berlatih seminggu sekali, ketika ada pelatihnya saja.  Ya sudah, aku berlatih sendiri, aku takut tampil mengecewakan .  Aku coba latihan lagi ah…

 

Somewhere over the rainbow bluebirds fly

                Tiba – tiba saja aku merasa ada yang memperhatikan. Tapi siapa ya? Kutengok ke samping kana nada seorang wanita yang tampaknya masih berusia dua puluh taunan.

                “oh ma’af mengganggu saya hanya mengagumi suara anda yang khas,original.

                “terima kasih”  sebentar hidungku langsung mengembang.

                 “tapi ada nada yang kurang terkontrol, jadi kedengarannya aneh”  Aku mengerenyitkan keningku.

                “oh ma’af, saya lupa memperkenalkan diri, saya Vina. Saya guru vocal.  Ma’af tadi saya langsung mengkritisi suara anda.

                “oh ya nggak apa – apa.  Saya Romi, kebetulan saya ditunjuk jadai solois di pertunjukkan amal nanti.  Jadi  saya berlatih sendiri tanpa pelatih.”

                “Pelatihnya emang kemana? Kok nggak ngajarin?”

                 “Pelatih ku tuh playboy, euh.. ma’af”  Aku keceplosan bukan hal yang pantas untuk dibicarakan.  Aku sudah kesal oleh pelatihku itu.

                 “oh ya? Emang kenapa kalau playboy?”

                  “ya, nggak kenapa – napa sih cuman, dia terlalu sibuk sama cewek – cewek yang tiap hari beda.  Dan itu ngeganggu proses latihan”

                  “mantan aku juga playboy”  Katanya dengan wajah menunduk sedikit sendu.

                  “Cowok playboy kayak gitu mah buang aja kelaut mba”  Aku berusaha menghibur.  Dan dibalas dengan seyuman yang menjada tawa riang.

                  “ Mba mau nggak ngelatih aku sehari ini saja? Disela – sela tawa riang tadi aku memintanya menjadi pelatihnya.

                 “Boleh, aku nggak keberatan kok”

****

 

                Hari ini memang bukan hari keberuntunganku.  Produk yang kau jual belum laku.  Tetapi aku mendapatkan nomer HP wanita cantik pemilik dompet yang aku temukan.  Tampaknya wanita itupun tak berkeberatan memberikan nomer kontaknya.

                Aku masih ingat wajah cantiknya yang mirip Mariana Renata.  Dia memakai rok renda berwarna abu – abu sedang melatih vokal seorang lelaki yang tampaknya masih duduk dibangku kuliah.  Awalnya aku pikir pacarnya, ternyata bukan. Untunglah masih ada secercah harapan bagi diriku yang masih single ini.

              Kupandangi awan dilangit yang mulai senja, yang baru saja memberikan filosofinya.  Dibalik awan kelabu akan ada pelangi yang menunggu. 

 

31/03/2007


kelasajaib wrote on Apr 2, '07
gimana ya .
bisa nggak ya kalo bikin cerpen itu menarik dari awal, dan jgn terlalu banyak loncat-loncat babak yg sbenernya nggak perlu.
Pembabakan ekcil menurut saya menunjukkan kelemahan penulis membuat rangkain cerita yang utuh, dan menyambungkannya dngan kepiawaian khusus.
fadeaware wrote on Apr 3, '07
makasih ya,akumasih belajar(^_^)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help