Blog EntryPayung Fantasi Cerpen(kasih komentar ya!)Jun 24, '07 2:09 AM
for everyone

Payung Fantasi

              Sudah kulihat jam tangan versaceku berulang kali.  Aku melihat para waitress berlalu lalang melayani pesanan para pelanggan restoran steak ini  Sesuai janji, jam tiga sore di Restoran Glosis.  Aku telah berusaha meluangkan waktuku untuknya.  Sepulang dari kantor langsung aku menuju ke tempat makan favoritku ini. 
              Sekarang sudah jam tiga sore aku menunggunya. Di meja coklat berbentuk persegi empat ini aku menunggu seseorang yang kuberi nama Jeany di phonebook handphoneku.  Aku belum tahu nama aslinya ia enggan memberikan namanya katanya namanya kurang menarik, padahal apalah arti sebuah nama bagiku.
             Awal mula aku mengenalnya, diawali sms yang tanpa nomer yang mengajak berkenalan denganku.  Masih kusimpan smsnya itu selama enam bulan.

  Hi! Boleh knlan g? Aq tau kmu krn kmu srg makn d Glosis kan?
  Sender +62885624202606

           Awalnya aku agak acuh terhadap sms ini.  Tapi siapa tau dia seorang perempuan. Dari gaya bahasanya tampak muda dalam bayanganku seorang mahasiswi.  Kebetulan hingga saat ini aku belum menemukan pelabuhan hatiku.  Maka akupun membalasnya:
 
Boleh,nama sy Ferdi.  Kok kmu tau no sy darimana?

           Dia membalas dengan jawaban dari seseorang yang ia tak mau sebut namanya.  Dan setiap aku menanyakan itu dilain kesempatan dia tidak mau menjawab.  Sungguh semakin hari aku semakin penasaran.  Sering aku mengajaknya untuk bertemu dengannya.  Namun ia menolak dengan alasan belum siap. Belum siap? Aku tidak mengajaknya kawin, kok bisa belum siap pikirku.  Dan akhirnya aku berhasil memintanya bertemu dan meyakinkannya jika aku akan menerimanya apa adanya.
              Dan ini saat yang kutunggu. Bertemu seorang wanita, yang dalam bayanganku masih muda, cantik, dengan tubuh ramping seperti biola.  Aku sangat gugup untuk bertemu dengannya hari ini.  Katanya ia memakai pakaian berwarna cerah itu saja petunjuk yang ia berikan dari sms yang dikirimnya.
              Dihadapanku ada seorang perempuan yang menggunakan longdress berwarna biru muda, tampangnya lumayan. Gak jelek – jelek amat.  Dia sudah tersenyum padaku, otomatis kubalas senyumnya.  Aku berpikir inilah orangnya! Aku hampir saja berdiri namun ia malah melewatiku, karena dibelakangku ada juga seorang pria yang sedang menunngu.  Kecewa hatiku, untung saja aku tak berdiri. Lalu aku berpura – pura sedang merapikan kemeja biru yang kuapakai, biar tidak disangka kegeeran
              Kemudian datanglah seorang wanita cantik yang menggunakan Blous berwarna merah, dengan payet yang membuatnya tampak manis, dan rambutnya yang hi-lite.  Aku berharap agar tidak ada kesalahan kedua.
            “Ma’af mas?  Sebelumnya saya sudah memesan tempat ini boleh saya duduk disini?” 
          “Eu... Jeanny?” Tanyaku pada wanita manis ini.  Aku berharap ia mengakui dirinya sebagai jeanny.
          “Eu.... ma’af? Nama saya Rini bukan Jeanny,mungkin mas salah orang”  Jawabnya yang berarti aku bukan jeanny yang kau maksud.
             “Ma’af mba....”  Setidaknya aku tau nama wanita manis ini, langsung aku berpikir untuk berkenalan dengannya sambil menunggu Jeanny,takut – takut dia berbohong padaku. Tetapi...
              “Papap kesini!!  mama udah ngedapetin tempat duduknya!” datang seorang bocah lelaki yang berumur lima tahun lari memeluk kepadanya,disusul sang ayah.  Akupun segera pindah dengan perasaan kecewa yang kedua kalinya.
                  Aku pindah di tempat duduk yang berada di tengah – tengah.  Di sebelahku ada seorang wanita yang sangat cantik, seperti Tamara Blezynski.  Dengan rok pink selutut, dengan pahanya yang terlihat seksi dan kemeja pink muda.  Ya tuhan dia tipe idamanku! Aku berharap inilah  Jeanny.  Namun aku tak mau kecewa ketiga kalinya.  Tapi aku takut juga dia bukan Jeanny yang ingin aku bertemu dengannya saat ini. 
             Tapi bagaiamana aku memastikannya? Ah, kenapa juga aku tidak ngemiscallnya?  Dengan sangat penasaran aku memencet tombol telpon sellularku dan menghubungi nomornya.  Terdengar nada sambung pribadi “bolehkah aku mengenal sari wajahmu? Hey – hey siapa dia?”  Nada sambung ini persis seperti rasa penasaran yang aku rasakan saat ini.
             Yes! Si “tamara” sedang mencari telepon genggam di tas kulit wanita miliknya.  Lalu ia mengangkat dan... ini saat yang kutunggu.
              “Halo Jeanny?”  Aku melihat kepadanya.  Namun ia tertegun sejenak, sementara itu aku merasa jantungku berdetak luar biasa. Aku berharap ia menjawab;  iya ada apa? Aku jeanny...
              “Ya pak, saya sedang menunggu bapak di meja nomer 12 ditengah – tengah pak, gak sulit kok menemukannya. Dan saya menunggu produk yanga akan bapak tawarkan kepada perusahaan saya.” Lalu ia melihat ke arahku.  Dan aku langsung memalingkan wajahku.
          Sudah tak terbayangkan betapa tebal wajahku saat ini.  Dan aku berpura – pura sedang melakukan percakapan dengan Jeanny.  Dan nada sambung itu terus berputar  Aku merasa putus asa, dan tidak yakin jika Jeanny akan datang.
          Ponselku berbunyi, pertanda aku mendapatkan sebuah sms.  Lalu kubuka pesan singkat darinya.

Ferdi, ada apa misscall? Ma’af d jln macet, hpku disilent,jd g kedengeran Aku sbentar lg smpe. lg parkirn dl!
 Sender +62885624202606

           Aku bersiap –siap merapikan pakaianku yang kusut, dan rambutku yang agak sedikit berantakan.  Dan aku mendengar suara perempuan paruh baya, dengan pakaian yang sangat berwarna – warni, dandanan menor dan rambut yang mengembang ala tahun 70-an.   Lalu ia mendatangi perempuan manis yang berbaju merah yang tadi aku duduki tempatnya.  Aku berpikir itu ibunya
           “de ma’af ya, saya udah memesan tempat ini” kata wanita paruh baya ini.
            “loh saya juga udah pesan seminggu sebelumnya? Kok bisa ya?
           “ sebenarnya bukan saya sih yang memesan langsung, tetapi saya dipesankan teman saya agar duduk di tempat ini.”
             “gimana ya bu? Saya juga heran, tadi juga ada laki – laki yang bilang katanya udah pesan tempat...”
            “laki – laki? Teman yang saya hubungi juga laki –laki. De, sekarang dimana dia?”
           Oow aku punya firasat yang sangat buruk mengenai hal ini! Tidak mungkin dia Jeanny.  Dan aku melihatnya mengangkat telepon dan ponselku bergetar. Di Layar LCDku muncul; Jeanny memanggil. Aku langsung keluar dari restoran,setengah berlari.  Lalu memasuki mobilku.  Setelah teleponku tidak dipanggilnya.  Aku lalu memberikan sebuah sms padanya.

Sory jeanny,kyknya kita g usah ktmuan,dan smsan lg.


nawhi wrote on Jul 22, '07
ha ha ha ngapain kabur, kan enak dapet tante2 borju
btw...aku masih ga ngerti hubungan judul ama isinya.
ini pengalaman pribadi ya :p
fadeaware wrote on Jul 30, '07
Tau gak lagu payung fantasi? lagu jadul banget yang dulu pernah ada kuisnya di TVRI. Liriknya tuh kayak gini: "bolehkah aku mengenal sari wajahmu hey - hey siapa dia" nah dari liriknya itu kan nyeritain orang yang penasaran banget sama seseorang yang ada di balik payung fantasi, begono om nawhi... and bukan pengalaman pribadi, tapi pengalaman orang lain. antyway makasih Commentnya ya!!!
nawhi wrote on Jul 30, '07
Oalah, judulnya Payung Fantasi tha..? baru ngeh aku.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help